Sore itu, 17 Maret 2012, matkul kedua di hari sabtu akan
dimulai. Dosen pun telah berada didalam kelas walau kami belum berkumpul
semua. Ini merupakan pertemuan pertama kami dengan Dosen matkul Psikologi
Industri. Setelah kami berkumpul, terdengar “Semangat pagi !!!” bapak dosen
menyapa kami.
“Semangat Pagi ???” jujur, ketika mendengar sapaan seperti
itu, yang pertama kali ada dibenak saya adalah MLM (Multi Level Marketing). Saya
berpikir beliau adalah anggota MLM. Namun beliau
menjelaskan mengapa menyapa kami dengan sapaan “Semangat Pagi !!!”. Beliau
ingin kami masih memiliki semangat yang sama seperti semangat di pagi hari
apapun situasi dan kondisi saat itu. Memang belajar di senja hari kadang
membuat kita tidak bersemangat, pikirannya udah mau pulang aja,. Okeee, gak
masalah dengan sapaan seperti itu. Kata “Semangat Pagi” memenag dapat
memberikan energy Positif bagi saya (mungkin bagi teman-teman juga).
Matkul pun dimulai dengan ta’aruf (perkenalan kamsudnya),. Seruuu
banget cara beliau mengajar (kesan pertama saya) gak bikin bosen. Ditengah-tengah
pelajaran, beliau membahas tentang mimpi dan impian. Intinya kita harus punya
mimpi setinggi-tingginya, apapun mimpi itu,. Kita gak boleh
goyah sama pendapat orang lain tentang mimpi kita. Kuncinya adalah 7Y --> YAKIN YAKIN YAKIN YAKIN
YAKIN YAKIN YAKIN disertai ikhtiar dan tawakal yang kuat. Karena kalo kita gak
yakin sama mimpi dan kemampuan kita, gimana orang mau yakin sama kita ???
Berikut adalah materi yang dibahas waktu itu , Cekidot !!!
Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli
Psikologi
berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan
dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos
berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa.
Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu
merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak
dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah
jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.
Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli
Ada
banyak ahli yang mengemukakan pendapat tentang pengertian psikologi, diantaranya:
- Pengertian Psikologi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
- Pengertian Psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
- Pengertian Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
- Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.
Dapat
diketahui bahwa pengertian psikologi
merupakan ilmu tentang tingkah laku. Pada hakekatnya tingkah laku manusia itu
sangat luas, semua yang dialami dan dilakukan manusia merupakan tingkah laku.
Semenjak bangun tidur sampai tidur kembali manusia dipenuhi oleh berbagai
tingkah laku. Dengan demikian objek ilmu
psikologi sangat luas. Karena luasnya objek yang
dipelajari psikologi, maka dalam perkembangannya ilmu psikologi dikelompokkan dalam
beberapa bidang, yaitu :
- Psikologi Perkembangan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku yang terdapat pada tiap-tiap tahap perkembangan manusia sepanjang rentang kehidupannya.
- Psikologi Sosial, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan masyarakat sekitarnya.
- Psikologi Pendidikan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam situasi pendidikan. Psikologi pendidikan adalah perkembangan dari psikologi perkembangan dan psikologi sosial, sehingga hampir sebagian besar teori-teori dalam psikologi perkembangan dan psikologi sosial digunakan di psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan mempelajari bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan, keefektifan sebuah pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah.
- Psikologi Industri, ilmu yang mempelajari tingkah laku yang muncul dalam dunia industri dan organisasi. Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu, sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya.
- Psikologi Klinis, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang sehat dan tidak sehat, normal dan tidak normal, dilihat dari aspek psikisnya.
Psikologi Industri Organisasi
Psikologi Industri adalah cabang yang relatif baru psikologi yang diciptakan untuk perusahaan dan organisasi yang dibutuhkan struktur yang lebih. Psikologi Industri mampu menyediakan struktur ini dengan menilai perilaku karyawan demi kebaikan perusahaan. Hal ini sering disebut sebagai organisasi psikologi karena penekanannya pada analisis individu yang bekerja untuk berbagai organisasi.
Pada
dasarnya, psikologi industri
mempelajari perilaku karyawan dalam lingkungan kerja. Walaupun psikologi
industri tidak dimulai sampai tahun 1920-an, disiplin telah berkembang pesat
dan merevolusi tempat kerja dalam abad terakhir. Karena tempat kerja adalah
suatu sistem sosial, penerapan cabang ilmu psikologi ini
berguna dalam memahami kompleksitasnya.
Selama
bertahun-tahun, psikolog telah mempelajari bagaimana manusia makhluk telah
berinteraksi dengan lingkungan mereka dan satu sama lain, tetapi psikologi industri
mulai mengevaluasi interaksi antara orang-orang dan pekerjaan
mereka. Psikologi
Industri dapat digunakan untuk meningkatkan kepuasan kerja serta
produktivitas perusahaan dan menjadi penting bagi keberhasilan suatu
organisasi.
Psikologi Industri mengacu pada proses perilaku
pada suatu organisasi, misalnya ketika mengevaluasi hubungan seseorang dengan
pekerjaan mereka. Mereka menganalisis cara seseorang bekerja, keterampilan
mereka, tugas, kewajiban, dan umum kepuasan dengan pekerjaan mereka
sehari-hari.
Informasi
ini sangat membantu untuk sumber daya manusia departemen dan pengawas
perusahaan yang harus membuat program pelatihan, dan manfaat sistem umpan
balik, dan membuat keputusan perekrutan serta terlibat dalam praktek-praktek
perekrutan. Sebagian besar perusahaan menggunakan psikolog industri untuk
melatih staf mereka sendiri sehingga organisasi dapat berjalan lancar dan pada
kapasitas puncak.
Aspek-Aspek Psikologi Industri
Salah
satu aspek yang paling menarik dari psikologi industri
adalah bagaimana perilaku karyawan mempengaruhi individu lain pada pekerjaan
dan organisasi secara umum. Psikologi Industri dapat digunakan untuk
mengurangi perilaku kontraproduktif, meningkatkan efektivitas tim, dan
meningkatkan semangat. Hal ini juga penting dalam resolusi konflik . Banyak
orang menemukan beban ketidakpuasan kerja mereka berakar dalam hubungan mereka
dengan manajer dan rekan. Untungnya, psikologi industri menyediakan solusi
untuk ini.
Walaupun
psikologi industri
merupakan campuran dari antropologi , konseling, sosiologi dan manajemen
industri, ada komponen utama yang digunakan dalam jenis psikologi.
Beberapa komponen utama termasuk evaluasi kepribadian karyawan, persepsi, serta
sisi biologis dari perilaku mereka. Dengan mendokumentasikan titik-titik kunci,
psikolog industri memiliki kemampuan untuk membantu organisasi meningkatkan
fungsi mereka dan mendirikan sebuah sistem yang mendorong pertumbuhan bagi perusahaan dan karyawan.
Populasi
Fokus utama Psikologi Industri Organisasi adalah perilaku manusia pada work setting (setting kerja). Karena populasi Psikologi Industri Organisasi berada pada business, industry, labor, public (including non-profit), academic, community, and health organization.
Fokus utama Psikologi Industri Organisasi adalah perilaku manusia pada work setting (setting kerja). Karena populasi Psikologi Industri Organisasi berada pada business, industry, labor, public (including non-profit), academic, community, and health organization.
Problem
Psikologi Industri Organisasi memiliki problem aplikatif yang menyangkut masalah-masalah manusia dalam pekerjaannya, yang meliputi recruitment, selection, training, development, motivation, organization development, consumer behavior, structure of work, human factors dan lain-lain.
Psikologi Industri Organisasi memiliki problem aplikatif yang menyangkut masalah-masalah manusia dalam pekerjaannya, yang meliputi recruitment, selection, training, development, motivation, organization development, consumer behavior, structure of work, human factors dan lain-lain.
Prosedur dan Teknik
Berbagai macam prosedur, alat-alat dan teknik-teknik telah dikembangkan untuk membantu Psikologi Industri Organisasi dalam menangani masalah secara efektif. Terdapat tiga buah elemen penting yang akan diukur, yaitu pekerja, pekerjaanya, dan konteks pekerjaan.
Berbagai macam prosedur, alat-alat dan teknik-teknik telah dikembangkan untuk membantu Psikologi Industri Organisasi dalam menangani masalah secara efektif. Terdapat tiga buah elemen penting yang akan diukur, yaitu pekerja, pekerjaanya, dan konteks pekerjaan.
Dalam kaitanya
dengan pekerja maka dikembangkan berbagai tes untuk mengukur perbedaan
individual seperti tes intelegensi, tes kepribadian, alat ukur nilai dan berbagai alat ukur lainnya.
Jika untuk mengukur aspek pekerjaanya menggunakan prosedur analisis jabatan (job
analysis).
Untuk mengukur
konteks pekerjaan telah dikembangkan berbagai prosedur dan alat tes untuk
mengenali budaya organisasi, iklim organisasi, design organisasi, sistem
imbalan dalam organisasi dan lain-lain.
Tujuan Psikologi Industri Organisasi sendiri, sama dengan yang
tertera dalam mukadimah kode etik psikologi, yaitu untuk kesejateraan umat
manusia (the well being of human being). Jadi dalam kajian-kajian dan
rekomendasinya, Psikologi Industri Organisasi harus menempatkan harkat
kemanusiaan sebagai ukuran tertinggi, bukan kesejahteraaan individu di dalam
organisasi atau kemajuan oraganisasi semata-mata.
No comments:
Post a Comment