REVOLUSI
INDUSTRI
Revolusi Industri adalah perubahan teknologi, sosioekonomi, dan budaya pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 yang terjadi dengan
penggantian ekonomi yang berdasarkan pekerja menjadi yang didominasi oleh
industri dan diproduksi mesin. Revolusi ini dimulai di Inggris dengan perkenalan mesin uap (dengan menggunakan batu bara sebagai bahan bakar) dan
ditenagai oleh mesin (terutama dalam produksi tekstil). Perkembangan peralatan mesin logam-keseluruhan pada dua
dekade pertama dari abad ke-19 membuat produk mesin produksi untuk digunakan di
industri lainnya.
Karena
perdagangan di Laut Tengah dikuasai oleh pedagang-pedagang Islam, maka
kesempatan bagi para pedagang Non-Islam untuk melakukan aktivitasnya menjadi
terhambat.
Namun
akibat meletusnya Perang Salib (1096-1291) kontak antara Eropa dengan dunia
Timur (Timur Tengah dan Asia lainnya) mulai hidup kembali. Keadaan ini
bertambah ramai dengan munculnya kota-kota dagang, seperti Genoa, Florence,
Venesia, dan lain-lain yang menjadi pusat-pusat perdagangan di daerah Eropa
bagian selatan.
Sekitar
tahun 1200, home industry semakin cepat berkembang dan bahkan mereka membentuk
kelompok-kelompok dalam bentuk gilda (suatu persekutuan dari pengusaha sejenis
yang mendapat monopoli dan perlindungan dari pemerintah tentang kebebasan di
dalam berusaha).
Pada
sekitar tahun 1350 di Eropa mulai berkembang perserikatan kota-kota dagang yang
disebut dengan hansa.
Sejak
abad ke-14, Inggris di bawah perlindungan Raja Edward III mulai membangun
industri-industri laken (sejenis kain wol).
b.
Revolusi Industri di Inggris
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi di Inggris sangat maju karena didukung oleh
faktor keamanan dan politik Inggris. Faktor penentu lain adalah penemuan yang
dilakukan oleh Abraham Darby (seorang insinyur berkebangsaan Inggris) yang
berhasil menggunakan batu bara (coke) untuk melelehkan besi dan mendapatkan
nilai besi yang lebih sempurna. Juga penemuan mesin uap oleh James Watt
(insinyur berkebangsaan Skotlandia) pada tahun 1763.
c. Para Penemu dan Hasil
Temuannya
Penemuan
besar yang merupakan awal peradaban modern menonjol pada mesin tenun dan kain.
Isaac Merrit Singer dari Amerika Serikat berhasil memperbaiki sebuah mesin
jahit rusak dan membuat model yang lebih baik. Ia kemudian mendirikan sebuah
industri yang bernama I.M Singer and Company. Dalam tahun 1860, perusahaan ini
merupakan mesin jahit terbesar di dunia.
Penemuan
besar lainnya adalah penemuan mesin cetak. Blaise Pascal (seorang filsuf dan
ahli matematika berkebangsaan Perancis) menemukan mesin hitung pada tahun 1642.
James
Watt adalah Bapak Revolusi Industri. Modernisasi kehidupan mendapat arah baru
ketika pada tahun 1796 ia memperkenalkan mesin uapnya yang menggunakan
kondensor.
George
Stephenson membuat lokomotif yang pertama kali dikendarai pada jalur yang
menghubungkan Liverpool ke Manchester pada tahun 1830. Lokomotif ciptaannya
diberi nama Rocket. Ia adalah pelopor dan organisator perusahaan kereta api
penumpang.
Nicholas
Joseph Cugnot (Perancis) dan Gottlieb Daimler (Jerman) berhasil memperkenalkan
mobil yang digerakan dengan tenaga uap. Kemudian Henry Ford dari Amerika
Serikat membangun pabrik mobil di Detroit pada tahun 1876. Perusahaan itu
diberi nama Ford Motor Company.
Penemuan-penemuan
di atas didukung pula oleh penemuan para pakar di bidang kimia. Di antaranya
adalah Charles Goodyear dari Amerika Serikat yang menemukan cara memvulkanisir
karet campuran dengan belerang, agar karet menjadi keras.
d. Akibat Revolusi Industri
Revolusi
Industri membawa akibat yang sangat luas dalam berbagai bidang kehidupan manusia,
seperti:
- Munculnya industri secara besar-besaran.
- Timbulnya golongan borjuis dan golongan buruh. Pertentangan antara kedua golongan tersebut menimbulkan sosialisme dan kemudian komunisme.
- Terjadinya urbanisasi, di mana penduduk daerah pertanian berduyun-duyun pindah ke kota-kota industri untuk bekerja sebagai buruh perusahaan sehingga lahan pertanian menjadi kosong, sedangkan daerah industri sangat padat pendudukannya.
- Timbulnya kapitalisme modern. Kapitalisme adalah susunan ekonomi yang berpusat pada keberuntungan perseorangan, di mana uang memegang peranan yang sangat penting.
Kapitalisme
Modern (Modern Capitalism)
Di
dalam kapitalisme modern ini, si kapitalis merupakan produsen (pembuat
barang-barang), pedagang dan pembagi barang-barang (distributor). Sebagai
produsen ia membutuhkan bahan mentah untuk kebutuhan industri, serta sebagai
pedagang atau pembagi barang-barang hasil produksi industri ia membutuhkan
pasar. Untuk menjamin kebutuhan-kebutuhan itu ia mempengaruhi politik negaranya
supaya mendapat tanah-tanah jajahan yang dapat digunakan sebagai sumber
pengambilan bahan mentah dan pasar barang industri. Oleh karena itu, akhirnya
apa yang disebut dengan kapitalisme modern terjadi.
Imperialisme
Kuno (Ancient Imperialism)
Dalam
pelaksanaan imperialisme kuno, negara penjajah mencari tanah jajahan karena
terdorong oleh gold (kekayaan berupa logam mulia, emas dan perak), gospel
(penyebaran agama yang dianutnya) dan glory (mendapatkan kejayaan negeri
induknya). Mereka menduduki suatu wilayah sebagai daerah jajahan untuk
menyebarkan agama, mencari kekayaan dan sekaligus menambah kejayaan negeri
induk. Sehingga gold, gospel dan glory merupakan inti dari imperialisme kuno.
Imperialisme
Modern (Modern Imperialism)
Negara
penjajah mencari tanah jajahan karena terdorong oleh kepentingan ekonomi dan
juga untuk memenuhi kebutuhan industri yaitu sebagai tempat pengambilan bahan
mentah dan pasaran bagi barng-barang hasil industrinya, sehingga ekonomi
merupakan inti dari imperialisme modern.
e.
Revolusi Sosial di Inggris
Kenyataan
tentang kaum buruh dan rakyat gembel yang tercantum dalam laporan terbukti
melebihi apa yang digambarkan oleh penulis itu, sehingga pemerintah terpaksa
bertindak tegas walaupun ditentang oleh kaum majikan atas dasar laissez faire.
Keadaan
rakyat gembel di Inggris sangat menyedihkan. Mereka berjejal-jejal di
tempat-tempat yang kotor atau berkeliaran mengganggu keamanan. Kejahatan
semakin merajalela dan memuncak menjadi Carnaval of Crime (pembantaian dan
pembunuhan yang dilakukan oleh kalangan buruh atau pengangguran, sebagai akibat
kesulitan mendapat biaya hidup).
Kekalahan
Napoleon tahun 1815, berarti pula dihapusnya Continental Stelsel. Dengan adanya
Combination Laws tahun 1824, maka hampir di seluruh kota-kota industri di Inggris
timbul serikat sekerja (Trade Union) yang bertindak sangat agresif, namun
kurang paham terhadap pentingnya berorganisasi, sehingga akhirnya merugikan
diri sendiri. Gerakan Chartisme (1848) juga mengalami kegagalan, karena lebih
mementingkan agitasi daripada organisasi. Akhirnya Trade Unionism maju dengan
pesat dan berkembang menjadi suatu kekuasaan yang dapat mengimbangi kekuasaan
kapitalis.
f.
Industrialisasi dan Imperialisme
Dalam
memenuhi kebutuhan industrinya, setiap negara imperialisme selalu ingin
mendapatkan daerah-daerah jajahan yang diinginkan untuk:
a.
tempat pemasaran hasil industrinya
b.
tempat pengambilan bahan mentah atau bahan baku
c.
tempat penanaman modal lebih.
Perkembangan
politik imperialisme Inggris mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan
Ratu Victoria (1837-1901) yang didampingi oleh menteri-menteri utama seperti
William Ewart Gladstone, Palmerstone, Benjamin Disraeli, Joseph Chamberlaine,
Cecil John Rhodes. Atas jasa dari Disraeli, Inggris pada tahun 1875 berhasil menguasai
Terusan Suez dan tahun 1876 Ratu Victoria dinobatkan menjadi Maharani India
(The Empires of India).
Perjanjian
Konstantinopel tahun 1887 diantaranya :
- Terusan Suez harus tetap terbuka untuk semua jenis kapal dagang negara manapun baik dalam keadaan perang maupun damai
- Dilarang mengadakan blokade atau serangan kepada Terusan Suez
PERKEMBANGAN INDUSTRI DI INDONESIA
Pengertian
Industri di Indonesia
Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah,
bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu
tinggi dalam penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan
industri. Dengan demikian, industri merupakan bagian dari proses produksi.
Bahan-bahan industri diambil secara langsung maupun tidak langsung, kemudian
diolah, sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi masyarakat.
Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut dengan perindustrian.
Sebagai negara agraris, peranan industri dalam perekonomian
Indonesia dengan sejarah perkembangannya tidaklah begitu amat berarti. Di zaman
dahulu, kalaupun beberapa penduduk menggunakan industri kerajinan sebagai salah
satu mata pencaharian. Peranannya hanya sekedar untuk tambahan penghasilan atau
pekerjaan sambilan. Biasanya malah lebih berupa kerajinan yang bertendensi
artistik daripada kewiraswastaan; atau lebih berupa aspek kerja budaya daripada
komersial.
Jadi, hal itu sangat berbeda dari saat ini atau masa sekarang.
Pertanian justru tidak mendapat respek yang mendalam, namun maufakturinglah
yang diunggulkan. Padahal, kebutuhan akan bahan pangan terus meningkat. Maka
seharusnyalah kita tidak mengesampingkan peran pertanian di Indonesia. Apalagi
lahan di Indonesiapun terpampang luas di seluruh Nusantara.
Pembagian Industri di Indonesia
Industri (perindustrian) di Indonesia merupakan salah satu
komponen perekonomian yang penting. Perindustrian memungkinkan perekonomian
kita berkembang pesat dan semakin baik, sehingga membawa perubahan dalam
struktur perekonomian nasional.
Perindustrian dapat dibagi menurut jumlah tenaga kerja, tingkat
produksi dan jenis kegiatannya.
Penggolongan industri menurut jumlah tenaga kerja
(a) Industri kecil
Yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari 10
orang, misalnya industri rumah tangga.
(b) Industri menengah
Yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja antara 10 – 50
orang. Modal usahanya sudah besar, misalnya dalam bentuk CV dan PT.
(c) Industri besar
Yaitu industri yang menggunakan lebih dari 50 orang, dan antara
pemimpin perusahaan dan karyawannya tidak saling mengenal. Modal usaha jauh
lebih besar dan penjualan hasil produksinyapun lebih luas.
Penggolongan industri menurut tingkat produksi
(a) Industri berat
Yaitu penggunaan mesin untuk produksi alat-alat berat.
(b) Industri ringan
Penggunaan mesin untuk memproduksi barang jadi.
(c) Industri dasar
Industri yang menggunakan mesin-mesin untuk memproduksi bahan
baku atau bahan pendukung bagi indutri lainnya.
(d) Industri rumah tangga
Industri yang menghasilkan kerajinan tangan.
Penggolongan industri menurut jenis kegiatannya.
(a) Aneka industri
Industri yang menghasilkan macam-macam barang keperluan
masyarakat.
(b) Industri logam dasar
Mengolah logam dan produksi dasar.
(c) Industri kimia dasar
Mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.
(d) Industri kecil
Industri dengan jumlah tenaga kerja dan modal sedikit dengan
teknologi sederhana.
Perkembangan dan Penerapan Industri di Indonesia
Perkembangan industri melibatkan berbagai penemuan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Di Indonesia, kegiatan pembangunan ditunjang oleh
tumbuhnya berbagai jenis industri dengan berbagai jenis kegiatan
Aneka Industri
Bidang ini mempunyai peranan yang cukup besar dalam pembangunan
industri secara keseluruhan, yakni dapat menjadi penghubung antara industri
hulu dan industri hilir. Industri hulu adalah industri yang memproduksi bahan
baku dan bahan penolong untuk keperluan industri lainnya. Contohnya : industri
besi, baja, pemintalan, dan lain-lain. Sedangkan industri hilir adalah industri
yang memakai bahan dasar dari hasil industri hulu untuk memproduksi baran yang
siap dipakai konsumen.
Di Indonesia, aneka industri memanfaatkan teknologi yang lebih
sederhana dan memperluas kesempatan kerja, sehingga disini dapat menyerap
tenaga kerja. Jadi, dengan aneka industri, pembangunan Indonesia dapat maju
bahkan berghasil memproduksi barang ekspor.
Industri Logam Dasar
Perkembangan industri ini berkembang pesat. Kenyataan ini
menyebabkan industri dasar mempunyai peran yang cukup besar dalam proses
industrialisasi.
Industri Non Manufakturing
Industri-industri yang bergerak di bidang ini ialah industri
pariwisata, industri pertambangan dan penggalian, serta pertanian, kehutanan,
dan lain-lain. Dalam hal ini, berarti industri-industri seperti itu juga akan
mampu memberikan kontribusi bagi devisa negara. Karena hasilnya pun dapat
dijadikan sebagai komoditi ekspor. Oleh karenanya, industri ini menjadi sangat
penting, bahkan memiliki peranan yang sangat berarti bagi perekonomian negara.
Namun, banyak negara juga tidak memiliki potensi ini. Di Indonesia pertambangan
dan pertanian menjadi sub terpenting mengingat mayoritas penduduk bermata
pencaharian sebagai petani (negara agraris). Itulah yang menyebabkan industri
di Indonesia semakin beragam.
Industrialisasi dan Perekonomian di Indonesia
Sekarang ini, banyak negara-negara di dunia terus berupaya untuk
menumbuhkan ekonominya. Langkah yang diambil yaitu dalam masalah industri.
Industri memang menjadi faktor fenomenal untuk menunjang perdagangan. Mereka
saling bersaing untuk mendapatkan tempat di pasar global. Karena di dalam pasar
global itu sendiri terjadi perdagangan bebas dari dan tentang suatu negara.
Salah satu hal yang mendukung ialah sektor industrialisasi.
Globalisasi dirasa lebih menguntungkan negara-negara maju.
Karena di negara-negara majulah berbaai bidang termasuk industri mengalami
kemajuan, berbeda dengan di negara berkembang. Mungkin dari segi kualitas dan
kuantitas hasil produksinya saja jauh lebih baik dari negara maju. Menurut
Robert Hutton, ia mengatakan industri adalah bagian terpenting bagi
perekonomian di Eropa. Jepang misalnya, produksi otomotif dan elektroniknya
mampu menembus pasaran dunia, begitu juga Korea dan Cina. Mereka berkembang
menjadi negara industri.
Dalam perkembangan selanjutnya, negara-negara berkembang mulai
mengikutsertakan diri dalam aspek tersebut. Tidak hanya ekonomi yang dibangun
dari sektor non industri, tapi mereka telah jauh melangkah mengupayakan
terciptanya industri yang fleksibel. Dalam arti mampu meningkatkan daya saing
di pasaran. Sehingga negara berkembang pun tidak dengan mudah mengikuti arus
global saja. Namun, mereka mampu berkompetisi dengan baik.
Lalu bagaimana bangsa kita dalam merespon hal tersebut. Apakah
bangsa Indonesia juga telah mempersiapkan dengan matang segala sesuatu yang
berkenaan dengan perekonomian bangsa? Bila kita melihat di masa Orde Baru
terjadi krisis ekonomi berkepanjangan, bahkan rentetannya sampai pada krisis
multidimesional. Sehingga krisis ini mampu menjadikan ekonomi bangsa tidak
stabil. Sebenarnya itu adalah masalah yang perlu dibahas dan dicari solusinya.
Saat ini adalah masa-masa sulit bagi bangsa kita untuk
melepaskan dari keterpurukan ekonomi. Globalisasi semakin membuka kebebasan
negara asing dalam memperluas jangkauan ekonominya di Indonesia, sehingga bila
bangsa kita tidak tanggap dan merespon positif, maka justru akan memperparah
situasi ekonomi dan industri dalam negeri.
Sejauh ini pengembangan sektor industri makin marak, itu
sebenarnya tuntutan globalisasi itu sendiri. Di Indonesia, kota-kota industri
mulai berkembang dan menghasilkan barang-barang produksi yang bermutu. Namun,
ada banyak industri pula di Indonesia yang sebagian sahamnya adalah ahasil
investasi asing, bahkan ada juga perusahaan dan industri yang secara mutlak
berdiri dan beroperasi di Indonesia. Mereka (investor), hanya akan menuai
keuntungan dari modal yang ditanamkan. Sehingga, disini dijelaskan bahwa yang
menjalankan dan pengelolaan industri itu ditangani pihak pribumi, mengapa bisa
demikian? Karena bila melihat dari sudut pandang terhadap keuangan negara atau
swasta dalam negeri lemah, yaitu dalam arti kekurangan biaya pengembangan untuk
industri (defisit).
Sebagai contoh saja, industri otomotif sepertai Astra,
Indomobil, New Armada. Pada dasarnya perusahaan-perusahaan itu hanya merakit
dan kemudian menjualnya ke masyarakat. Berarti hal itu dapat dikatakan bukan
hasil karya anak negeri, melainkan modal asing yang ada di Indonesia.
Untuk itulah, seharusnya bangsa ini lebih dalam untuk
meningkatkan sumber daya manusianya. Dengan demikian dapat disimpulkan ilmu
pengetahuan dan teknologi ialah sarana dalam mengembangkan SDM termasuk
menumbuhkembangkan industrialisasi dan menjalankan perekonomian bangsa dengan
baik.
Sumber
:
http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Industri http://hasheem.wordpress.com/2010/02/21/revolusi-industri/
No comments:
Post a Comment