Baru balik lagi buat ngeblog … ^^
Mau sharing materi lagi dari mata kuliah Psikologi Industri
niii , semoga bermanfaat .
Pada waku itu dapet materi tentang PERUBAHAN , lebih
simpelnya Perubahan Diri .
Cekidot yah !!!!!
Pertama masuk kelas, kita langsung dikasih pertanyaan “Apa
itu PERUBAHAN ?”
Jawabannya mungkin bisa kalian dapatkan setelah pesan-pesan
berikut ini !
pake gaya presenter TV*
pake gaya presenter TV*
Hal kecil apa yang seringkali menjadi awal mula sebuah
perubahan hidup? Jawabannya adalah impian. Tidak berlebihan jika ada yang
bilang impian adalah langkah pertama menuju sukses. Logikanya sangat sederhana.
Bagaimana mungkin kita bisa mewujudkan impian kita jika kita sendiri tidak
punya impian.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa banyak orang
enggan berubah? Saya mencatat setidaknya ada beberapa faktor penyebabnya.
Pertama, karena perubahan tidak selalu mengenakkan. Anda akan
mengetahui langsung hal ini dengan sebuah latihan kecil. Cobalah untuk
menuliskan nama Anda dengan menggunakan tangan yang tidak biasanya Anda
gunanya. Misalnya jika Anda biasa menggunakan tangan kanan, sekarang gunakan
tangan kiri. Tentu sangat tidak nyaman.
Kedua, perubahan adalah sebuah proses yang penuh
pengorbanan. Untuk itu diperlukan waktu, ketekunan dan kesabaran. Bukan sesuatu
yang instant! Terkadang baru bertahun-tahun kemudian kita bisa mendapatkan
hasil yang kita inginkan. Ketiga, perubahan bisa menjadi sumber konflik baru.
Ini lazim terjadi dalam sebuah organisasi yang mengadakan perubahan
besar-besaran (misalnya restrukrurisasi) yang pada akhirnya berdampak pada
berbagai segi kehidupan organisasi. Misalnya PHK (pemutusan hubungan kerja) atau
ketidakpuasan akibat mutasi kerja.
Meski banyak manusia yang membenci perubahan namun mau tidak
mau haruslah diakui bahwa perubahan adalah sumber kemajuan. Lantas, timbul
pertanyaan, perubahan seperti apa yang bisa memberikan kontribusi signifikan
terhadap kemajuan? Jawabannya jelas, perubahan yang dimulai dari diri sendiri.
Sayangnya, banyak orang yang selalu bersuara agar orang lain berubah namun
mereka sendiri enggan untuk berubah.
Motivator sekaligus pakar kepemimpinan, Dr. John C. Maxwell
dalam bukunya Thinking for A Change menyatakan ada 6 langkah yang bisa mengubah
hidup manusia.
Dari pernyataan Dr. Maxwell ini saya mencatat bahwa
perubahan diri selalu dimulai dengan perubahan pola pikir. Hanya saja, saya
perlu mengingatkan sekali lagi bahwa perubahan tidak selalu menyenangkan. Bahkan
kalau suatu proses perubahan itu terasa mulus dan sangat enak, bisa jadi itu bukan
perubahan. Perubahan selalu menuntut pengorbanan namun perubahanlah
satu-satunya sarana efektif menuju ke tahapan kehidupan yang lebih baik.
Bagaimana cara mengarahkan perubahan diri?
Berikut ini beberapa tahapan untuk melakukan perubahan diri yang terarah.
1. Meningkatkan kontrol diri
Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa diri kita
memiliki kebebasan untuk berubah, namun kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan
orang lain. Sehingga dibutuhkan pengontrolan diri. Semakin besar perubahan diri
yang kita buat, akan semakin besar pengontrolan diri yang kita lakukan.
2. Menetapkan tujuan
Saat kita sudah memutuskan untuk melakukan perubahan diri,
maka disaat itupun kita juga harus sudah menetapkan apa tujuan dari perubahan
yang kita lakukan.
3. Pencatatan perilaku
Melakukan pencatatan perilaku tidak bisa dianggap remeh.
Dalam melakukan perubahan diri, ada baiknya apabila melakukan pencatatan
perilaku baik perilaku yang ingin diubah maupun perilaku yang telah berhasil
diubah.
4. Menyaring anteseden perilaku
Apa yang dimaksud anteseden?
Anteseden merupakan peristiwa yang dialami saat ini namun
peristiwa tersebut merupkan akibat dari peristiwa sebelumnya.
Menyaring anteseden berguna untuk mereview apa saja
perubahan yang telah kita lakukan dan apa saja akibat yang telah kita terima
dari perubahan tersebut.
5. Menyusun konsekuensi yang efektif
6. Menerapkan pencana intervensi
Setelah melakukan penyusunan, kita dapat menerapkannya dalam
praktek perubahan diri. Apabila penyusunan yang dibuat benar-benar matang, hal
tersebut dapat mempermudah dalam melakukan penerapan pencana intervensi.
7. Evaluasi
Setelah melakukan 6 tahap diatas, evaluasi menjadi tahap
terakhir yang tak kalah penting. Tanpa evaluasi, bagai makan tanpa hidangan
penutup. Evaluasi dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap perubahan yang
telah dilakukan. Hasil dari perubahan pun dapat terlihat apakah perubahan yang
kita lakukan sesuai yang diharapkan atau justru menyimpang dari harapan.

Sumber :
Sumber: Perubahan Diri dan Perubahan Hidup oleh Paulus
Winarto, trainer, penulis buku First Step to be An Entrepreneur, Top Secrets of
Success dan Reach Your Maximum Potential





.jpg)

Febri...thanks sudah menaruh tulisan yang inspiratif di blognya..keep on writing ya still waiting your articles...Happy Ramadhan
ReplyDeleteTerimakasih Mas Seta sudah mau berkunjung ke blog saya, semoga tulisan-tulisan yang ada diblog ini bisa bermanfaat bagi yang membaca.
ReplyDeleteHappy Ramadhan too...